KOLONEL INF. YUSEP SUDRAJAT (DANSEKTOR 21) : ECO ENZYME DIHARAPKAN MAMPU MEMPERCEPAT REKONDISI SUNGAI CITARUM

0

Perantaranews/Banjaran – “Hari ini kita melakukan transfer pengetahuan melalui kelompok Eco Enzyme Nusantara tentang salahsatu penemuan dari salahseorang profesor dari Thailand kepada para Dansubsektor dan diharapkan penemuan mampu mempercepat rekondisi sungai Citarum,” kata Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat saat mengumpulkan para Dansubsektornya setelah libur panjang nasional.

Giat pelatihan dan wawasan mengenai Eco Enzyme oleh kelompok Eco Enzyme kepada para Dansubsektor di Sektor 21 satgas Citarum Harum telah dilaksanakan pada hari Senin (28/12/2020) di Banjaran dari pukul 09.00 hingga 12.00 wib.

Dalam acara tersebut selain dihadiri oleh Komandan Sektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat juga dihadiri oleh para Dansubsektor dan beberapa anggotanya, serta para anggota kelompok Eco Enzyme Nusantara yaitu Susen Suryanto, Dodi, Robert Hadi dan beberapa anggota lainnya.

Dalam kegiatan tersebut para Dansubsektor dan beberapa anggotanya dilatih untuk membuat produk bernama Eco Enzyme yang memiliki banyak fungsi seperti apa yang dikatakan oleh Susen Suryanto selaku ketua kelompok Eco Enzyme Nusantara. Dalam kesempatan tersebut Susen menjelaskan bahwa produk ini merupakan salahsatu produk yang berfungsi sangat banyak dan bisa dibuat oleh siapa saja. “Selain menjadi suplemen atau pupuk bagi tanaman, Eco Enzyme juga bisa digunakan untuk berbagai fungsi seperti pembersih ruangan, menghilangkan bau, mengurai limbah kimia dan lainnya,” papar Susen.

Robert Hadi yang juga menjadi anggota dari kelompok Eco Enzyme Nusantara ini juga mengungkapkan bahwa produk ini tidak diperjual belikan dan apa yang dilakukan oleh kelompok ini benar-benar kegiatan sosial. “Kami berharap produk ini bisa memasyarakat dan menjadi salahsatu produk yang bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal kesehatan, kebersihan lingkungan serta pola hidup yang baik dan sehat,” katanya.

Sementara itu Dodi yang juga menjadi anggota dari kelompok ini memastikan bahwa produk ini bisa digunakan oleh siapa saja. “Bahkan dalam proses pembuatanya, ada semacam buih yang bisa digunakan sebagai pelembut kulit muka,” ungkapnya.

Secara singkat, proses pembuatan Eco Enzyme ini membutuhkan waktu sekitar 90 hari atau 3 bulan. Bahan yang digunakan adalah mulase yang merupakan hasil limbah gula tebu sebanyak satu bagian, kulit buah-buahan dan sayuran sebanyak 3 bagian serta air sebanyak 10 bagian yang disatukan ke dalam sebuah wadah yang ditutup rapat.

Susen memaparkan bahwa dalam proses pembuatannya kondisi wadah harus tertutup rapat karena microba yang ada bisa mati. “Microba itu sangat rentan jika terkena udara karena itu harus disimpan dalam ruangan hampa udara atau setidaknya tidak banyak udara yang masuk,” katanya.

Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusep Sudrajat juga berharap agar para Dansubsektor membuat produk ini agar dapat digunakan oleh para anggota, keluarganya dan juga warga disekitar wilayah tugasnya. *perantaranews/Bans

Share.

About Author

Leave A Reply