FLAME OF JOY, BANDUNG PHILHARMONIC SAJIKAN KESENANGAN UNTUK ANDA

0

Perantaranews/Bandung – “Symphony no. 9 karya Bethoven merupakan karya yang paling rumit dan menjadi persembahan yang luar biasa untuk dibagikan kepada seluruh warga Bandung,” kata Robert Nordling selaku konduktor Bandung Philharmonic ketika memberikan sambutan dalam acara Pers Conference di Panorama Room Hotel Hilton Bandung. baru pertamakali dibawakan di Bandung.

Acara pers conference Bandung Philharmonic dalam rangka konser musik klasik Season 5 dengan membawakan salahsatu karya terkenal Ludwig van Beethoven piece, Symphony No. 9 op. 125 in D minor plus performa solois internasional ; yang akan berlangsung di Hotel Hilton Bandung pada hari Sabtu dan Minggu (31 November dan 01 Desember 2019) dengan thema Flame of Joy dengan konduktor Robert Nordling, telah digelar pada hari Jumat (29/11/2019) di Panorama Room Hotel Hilton jalan HOS. Tjokroaminoto No.41-43 Bandung,

Dalam acara pers conference tersebut selain Robert Nordling, hadir juga Michael Hall yang merupakan artistic director dan kepala pengembangan program edukasi di Bandung Philharmonic serta para soloist yang terdiri dari Anna Migallos, Camille Lopez Molina, Noel Azcona yang berasal dari Filipina, lalu Kim Jiho yang berasal dari Korea Selatan.

Joel Navaro yang akan menjadi Chorus Master yang berasal dari Filipina juga hadir serta salahseorang pemenang lomba komposer Bandung Philharmonic yang berasal dari Indonesia yaitu Arya Brahmantya Boga, dimana dalam gelaran konser tersebut, komposisi lagunya yang berjudul Terbangnya Burung akan dibawakan bersama Bandung Philharmonic. Namun asistant conductor Vincent Wiguna tidak bisa hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara pers conference tersebut Robert Nordling mengungkapkan bahwa karya Bethoven yang satu ini merupakan yang tersulit dan dimainkan oleh sekitar 120 musisi. “Namun Symphony no. 9 ini merupakan persembahan Bethooven bagi seluruh bangsa dunia, tidak hanya bagi bangsa Jerman,” kata Robert. “Dan karya ini akan membagikan kesenangan bagi para pendengarnya,” lanjutnya lagi.

Robert memaparkan bahwa karya satu ini dikonotasikan seperti berbagai makanan dari berbagai bangsa yang ada di meja dan diramu menjadi satu makanan yang sangat nikmat. “Dan saya merasa tersanjung karena karya ini menjadi karya pertama yang dibawakan di Bandung,” kata Robert.

Noel Azcona yang merupakan soloist vokal bass mengungkapkan bahwa untuk membawakan lagu ini dirinya harus benar-benar melatih vokalnya hingga bisa pas dengan nuansa musiknya. Sementara itu Anna Migalos yang menjadi Sopranos juga mengungkapkan bahwa nada yang dicapai harus konstan dan tinggi.

Arya Brahmantya Boga, yang karyanya akan dibawakan bersama Bandung Philharmonic mengungkapkan rasa senangnya dan berharap para pendengar bisa menikmati karyanya. “Komposisi lagi Terbangnya Burung ini tantangan bagi saya untuk membuktikan kemampuan saya. Dan pada hari Sabtu dan Minggu nanti saya berharap karya saya bisa menjadi persembahan terbaik bersama Bandung Philharmonic,” kata Arya.

Dalam kesempatan tersebut Michael Hall yang merupakan kepala pengembangan program edukasi di Bandung Philharmonic menjelaskan bahwa Bandung Philharmonic memiliki target dalam 10 tahun ke depan akan meembangun komunitas musik klasik hingga seribu komunitas. “Kami tengah memberikan edukasi ke beberapa komunitas dengan 4 program yang telah berjalan saat ini,” kata Michael. “Semua program tersebut gratis!” pungkasnya. *perantaranews/Bans

Share.

About Author

Leave A Reply