SERKA ERIK (DANSEKTOR 15-21) : PENUTUPAN LUBANG PEMBUANGAN LIMBAH DI DUA PABRIK MENJADI BUKTI KAMI TIDAK “TIDUR”

0

Perantaranews/Sumedang – “Berdasarkan penemuan-penemuan yang telah kami dapatkan, ada dua pabrik yang sudah kami tindak tegas. Kemarin kami telah menutup lubang PT. Kewalram yang ketahuan membuang limbah pabrik dalam kondisi dibawah standar kami dan sekarang PT. Kaldu Sari Nabati juga kami sudah tindak tegas. Penutupan lubang pembuangan limbah di dua pabrik menjadi bukti kami tidak tidur,” kata Serka Erik selaku satgas Citarum Harum sekaligus Dansubsektor 15-21 saat memberikan keterangan kepada awak media sewaktu melakukan penutupan lubang pembuangan limbah di PT. Kaldu Sari Nabati (Karina) Rancaekek Sumedang.

Setelah PT. Kewalram yang ditutup lubang pembuangan limbahnya, selang sehari kemudian PT. Kaldu Sari Nabati (Karina) juga mendapat tindakan tegas dari satgas Citarum Harum subsektor 15-21 Sumedang berupa penutupan lubang pembuangan limbahnya pada hari Rabu (10/07/2019) akibat ketahuan membuang limbah masih dalam kondisi berwarna keputihan dan berbau pada hari Rabu pagi sekitar pukul 02.00 wib. Penutupan lubang pembuangan limbah ini dipimpin langsung oleh Dansubsektor 15-21 Serka Erik dan didampingi oleh prajurit anggota satgas Citarum Harum dan beberapa awak media.

Sebelum melakukan tindakan penutupan, pihak satgas berkoordinasi dengan pihak pabrik dan memberitahukan penemuan buangan limbah yang ternyata dibuang oleh pabrik tersebut dalam kondisi berwarna, panas dan berbau. “Kami telah menemukan buangan dari pabrik ini sekitar pukul 02.30 pagi tadi dan setelah dilaporkan kepada Dansektor, maka kami ditugasan untuk menutup langsung lubang pembuangan limbah tersebut,” papar Dansubsektor saat menjelaskanalasan penutupan lubang limbah tersebut.

Sementara itu pihak pabrik berkelit bahwa apa yang ditemukan bukan dari limbah buangannya dan bahkan air buangan limbahnya seringkali dipakai oleh warga untuk mengairi sawah mereka. Namun saat ditanyakan mengenai apakah ada kolam ikan di outlet pembuangan akhir, pihak pabrik tidak dapat membuktikan keberadaan persyaratan tersebut,

“Kami menegaskan bahwa satgas Citarum Harum khususnya subsektor 15-21 Sumedang tidak akan berhenti melakukan tugas kami mewujudkan program Citarum Harum. Dan kami akan terus berusaha menemukan kenakalan-kenakalan pabrik di wilayah kami tanpa pandung bulu,” tegas Dansbsektor.

SIDAK KE PT. KAHATEX

Selain melakukan penutupan lubang pembuangan limbah di PT. Nabati, subsektor 15-21 juga melakukan sidak ke pabrik PT. Kahatex untuk melihat kondisi pembuangan limbah terakhir di pabrik besar tersebut. Saat rombongan datang pihak pabrik yang diwakili oleh salahseorang staff pengelola IPAL nya yaitu Entis langsung bergerak ke lokasi IPAL di pabrik tersebut. “Kami sudah melakukan perbaikan besar-besaran dan hingga saat ini kami tengah mencoba sebuah mesin dari China dan India untuk me recycle buangan limbah kami,” kata Entis.

Dalam kesempatan tersebut, untuk membuktikan bahwa buangan pengolahan limbah sudah baik, Entis melakukan demonstrasi berkumur-kumur dengan menggunakan buangan akhir dari pengolahan limbah pabrik. “Buangan limbah kami sudah sangat aman,” tegasnya lagi sambil memperlihatkan air yang sudah bening dalam sebuah tabung kaca.

Sementara itu Dansubsektor 15-21 meminta agar kondisi tersebut dijaga dan terus konsisten. “Saya selaku satgas meminta agar pabrik ini konsisten menjaga buangan limbah akhirnya tetap seperti ini,” pungkas Dansubsektor. *perantaranews/Bans

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply