JOHAN; KAMI BERSUNGGUH SUNGGUH KONSISTEN MENJAGA MUTU LIMBAH DENGAN MENANDATANGANI SURAT PERJANJIAN !

0

Koranpangsi/Bandung – “Sejak satu tahun ke belakang pabrik kami telah menjalankan program pengelolaan limbah dengan sungguh-sungguh. Dan sekarang Kami akan lebih bersungguh-sungguh dengan menandatangani surat perjanjian ini,” papar Johan selaku pemilik pabrik CV. Sahabat.

Press conference perbaikan mutu limbah pabrik CV. Sahabat berlangsung pada hari Rabu (18/07/2018) sambil memberikan kesempatan kepada Dansektor 21 Kolonel Inf. Yusef, satgas Citarum, beserta awak media untuk menyaksikan sendiri hasil limbah pada IPAL pabrik tersebut. Dansektor 21 kolonel Inf. Yusef memberikan apresiasi kepada CV. Sahabat yang telah membuktikan hasil pembuangan limbah yang telah diperbaiki selama 8 hari ini. “Saya sangat berterimakasih kepada CV. Sahabat yang telah berjhasil memperbaiki mutu limbahnya menjadi bersih seperti air minum kemasan,” kata Kolonel Inf. Yusef.

Sementara Johan juga menerangkan bahwa sejak di cor saluran limbahnya pada tanggal 10 Juli 2018 lalu pabriknya tidak berproduksi dalam rangka memperbaiki IPAL nya.

“Kami sampai berhenti berproduksi untuk memperbaiki mutu limbah kami. Dan sekarang kami berharap pabrik kami bisa berproduksi kembali,”jelas Johan.

Johan juga mengungkapkan bahwa untuk membuat mutu limbahnya ini menjadi lebih baik, perusahaan telah menggelontorkan dana yang cukup besar.

“Yang biasanya kita hanya mengeluarkan dana sebesar 1500 rupiah meter kubik menjadi 4500 rupiah. Artinya kami telah menambah pengeluaran sebesar 3000 rupiah,” jelas Johan. “Dan bisa dilihat ikan juga dapat hidup di limbah yang telah kami olah,” lanjutnya lagi.

Johan juga akan sangat berhati-hati terhadap pola kerja karyawannya. “Salahsatu penyebab kurang baiknya limbah yang kami olah terkadang juga akibat keteledoran karyawan kami. Saya selalu berkata kepada karyawan agar limbah diperhatikan,” tandas Johan.

PT. Hakatex Terindikasi Melakukan Kecurangan

Setelah melakukan press conference dengan para wartawan di kantor CV. Sahabat, Dansektor 21 melakukan sidak ke IPAL milik PT. Hakatex yang berlokasi tidak jauh dari CV. Sahabat. Sidak tersebut dilakukan setelah ditemukan aliran sungai yang berwarna hitam di pinggir pabrik PT. Hakatex.

Kedatangan Dansektor 21 beserta para awak media disambut oleh Slamet selaku Manajer HRD PT. Hakatex  hingga dilakukan pemeriksaan sarana IPAL di pabrik tersebut. Secara umum IPAL PT. Hakatex terlihat sangat rapi namun saat dilakukan perhitungan penggunaan air yang dibutuhkan untuk mengolah produksi pabrik tersebut terlihat ada kejanggalan antara penggunaan air dengan kubikasi air limbah yang dihasilkan.

“Hitungan ini sangat tidak masuk logika. Pabrik dengan produksi besar, apalagi ada  pencelupan hanya membutuhkan 900 meter kubik perhari. Pabrik kecil di Cimahi saja membutuhkan air rata-rata 1000 meter kubik.” jelas Kolonel Inf. Yusef.

Akhirnya Dansektor 21 mengambil data-data produksi dan penggunaan air serta pembayaran penggunaan air. *PerantaraNews/Bams

 

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply